Jan Olde menjelaskan timnya sudah berada di Manila selama dua hari sebelum pertandingan. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda dari biasanya.
Menurut dia, pertandingan akan dimainkan di atas lapangan sintetis atau lapangan buatan. Kondisi itu menuntut para pemain menyesuaikan ritme permainan sejak awal.
“Saat ini kami sudah berada di sini selama dua hari. Kami akan bermain dalam kondisi yang berbeda, di atas lapangan buatan. Namun, saya rasa dengan latihan kemarin dan hari ini, semoga itu cukup untuk beradaptasi," katanya.
Selain faktor lapangan, Jan Olde juga menyoroti pentingnya strategi dalam laga ini. Duel perempat final dimainkan dalam dua leg sehingga setiap keputusan taktik memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir.
"Kami akan lihat hasilnya. Pertandingan ini berjalan dalam dua laga, jadi membuat pilihan strategi demi hasil pertandingan juga penting,” sambungnya.
Pertemuan dengan Manila Digger FC menjadi kesempatan penting bagi Dewa United untuk menunjukkan kemampuan bersaing di level Asia. Hasil leg pertama di Manila akan sangat menentukan langkah mereka menuju semifinal AFC Challenge League.