"Itu merupakan keputusan yang menyakitkan dan masih sangat menyakitkan di dalam jiwa saya, tetapi saya memahami ini merupakan waktu yang tepat," kata Messi ketika mengumumkan keputusan mengakhiri karier bersama Argentina.
Meski tidak lagi memperkuat Argentina secara reguler, Messi masih memiliki kontrak bersama klub Major League Soccer, Inter Miami, hingga akhir musim 2028. Dengan demikian, pertandingan melawan Benin menjadi penutup karier internasional Messi, bukan akhir dari karier profesionalnya di level klub.
Laga perpisahan tersebut juga berlangsung dalam situasi khusus bagi Argentina. FIFA sebelumnya menjatuhkan sanksi berupa pengurangan kapasitas penonton menjadi 50 persen untuk laga kandang Argentina akibat pelanggaran kode disiplin terkait penggunaan pertandingan olahraga untuk aksi non-olahraga.
Sanksi tersebut berkaitan dengan insiden pada semifinal Piala Dunia 2026 saat Argentina mengalahkan Inggris 2-1. Sejumlah pemain mengangkat spanduk dengan pesan terkait klaim Argentina atas Kepulauan Falkland.
Selain persoalan tersebut, sejumlah pemain Argentina juga masih menjalani hukuman akibat insiden setelah final Piala Dunia melawan Spanyol. Leandro Paredes mendapat larangan bermain 10 pertandingan, Nahuel Molina tujuh laga, sedangkan Thiago Almada harus menjalani hukuman satu pertandingan.
Dengan pemanggilan Messi untuk menghadapi Benin, Argentina kini sudah menyiapkan panggung terakhir bagi sang kapten. Monumental akan menjadi lokasi Messi mengakhiri perjalanan internasionalnya setelah lebih dari 20 tahun memperkuat tim nasional dan meraih berbagai trofi utama.