Sebagai bentuk keseriusan memperbaiki timnya, Conte fokus mencari cara bagaimana armadanya bisa mendapatkan pelampiasan saat meladeni Verona.
“Kami harus fokus, Verona tim yang menekan dan banyak berlari. Karena itu, kita perlu bersiap. Ini tidak akan menjadi pertandingan mudah, kami harus menempatkan kekecewaan pada Dortmund di belakang, dan memastikan itu tidak akan meninggalkan jejak,” katanya.
“Kekalahan itu semua bagian dari proses kedewasaan kami. Kami perlu membalikkan keadaan dengan cepat. Kami melakukan lebih baik ketika kami berada di puncak,” ujar Conte.
Pada laga nanti, Conte berpotensi menjadi satu-satunya pelatih setelah Luigi Simoni pada 1997/1998 yang membuat Inter selalu bikin gol pada 12 pekan awal Serie A.
Namun, pelatih yang pernah membawa Juventus tiga kali scudetto itu menyoroti lini belakangan armadanya yang belum maksimal.
“Kami telah mencetak lebih dari 30 gol tetapi kebobolan lebih dari yang kami harapkan. Kami perlu bekerja untuk itu. Kiper harus berperan penting dalam fase penguasaan bola tetapi juga di belakang,” ujarnya.