Memang, hasil pertandingan pramusim tidak selalu menjadi ukuran utama kesiapan sebuah tim. Pertandingan pada periode ini lebih banyak digunakan untuk meningkatkan kebugaran pemain sekaligus membangun pemahaman terhadap perubahan taktik sebelum kompetisi resmi dimulai.
Namun, pernyataan Iraola setelah kekalahan dari Monaco membuat persoalan Liverpool menjadi sorotan. Pelatih asal Spanyol tersebut mengakui timnya belum mampu mempertahankan intensitas permainan dalam durasi penuh.
"Kami memainkan babak pertama dengan baik, terutama 30 menit yang bagus," kata Iraola kepada wartawan.
"Saat ini, kami mungkin tidak memiliki lebih banyak lagi dalam hal level yang dibutuhkan untuk bermain seperti ini. Mereka [Monaco] pantas membalikkan pertandingan."
Pernyataan tersebut semakin mengkhawatirkan karena Liverpool sebelumnya mampu memenangi dua laga pramusim pertama. Namun, dua pertandingan terakhir memperlihatkan penurunan level permainan ketika laga berjalan lebih lama.