Ambisi Liverpool muncul dari keyakinan internal manajemen klub. Mereka menilai lonjakan kualitas yang “menentukan” harus datang dari sektor gelandang, dan Bellingham dianggap sosok ideal untuk peran tersebut.
Belanja besar Liverpool belakangan ini memang menuai tanda tanya. Alexander Isak baru mencetak tiga gol dari 16 laga sebelum mengalami patah kaki, sementara Florian Wirtz mencatat empat kontribusi gol dari 20 pertandingan Liga Inggris.
Keraguan suporter pun tak terhindarkan. Namun pengalaman dan level permainan Bellingham membuat banyak pihak menilai risiko tersebut layak diambil.
Performa Bellingham sendiri sempat disorot di awal musim 2025/2026. Dia absen pada empat laga awal LaLiga akibat cedera bahu dan tampil “kehilangan tempo” dalam beberapa pertandingan pertama tanpa gol maupun assist.
Situasi sempat berlanjut di level internasional setelah dia tak masuk beberapa skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel akibat konflik internal. Namun Bellingham bangkit dan kembali menunjukkan kelasnya.
Dalam 14 laga terakhir di LaLiga dan Liga Champions, dia mencatat sembilan kontribusi gol berupa lima gol dan empat assist, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.