TURIN, iNews.id - Juventus gagal meraih kemenangan usai ditahan Sassuolo 1-1 membuat sang pelatih Luciano Spalletti langsung menyoroti keputusan buruk para pemainnya. Dia menilai timnya seharusnya bisa mengamankan tiga poin jika lebih matang dalam mengambil peluang.
Juventus sebenarnya tampil dominan saat menjamu Sassuolo yang datang dengan kondisi pincang akibat badai cedera dan wabah batuk rejan di dalam skuad. Tekanan demi tekanan terus dibangun, tetapi hasil akhir tidak berpihak.
Gol pembuka Juventus dicetak Kenan Yildiz yang memanfaatkan situasi serangan cepat. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Andrea Pinamonti mencetak gol penyama kedudukan untuk Sassuolo.
Peluang emas hadir di akhir laga saat Juventus mendapatkan penalti. Manuel Locatelli maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya berhasil digagalkan kiper Arijanet Muric.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Juventus yang sudah tiga kali beruntun gagal mengeksekusi penalti di Serie A, setelah sebelumnya Yildiz dan Jonathan David juga gagal.
Spalletti menegaskan masalah utama timnya terletak pada pengambilan keputusan di lapangan. Dia menilai Juventus menciptakan banyak peluang, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal.
“Ketika Anda bermain dengan empat bek, Anda harus menyebarkan bola dan mengelilingi mereka, sehingga menciptakan situasi satu lawan satu. Saya terus mengatakan kepada mereka untuk mencari Yildiz dan Conceicao, karena Sassuolo tertekan di area penalti mereka sendiri,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Dia juga mengkritik cara tim kehilangan bola di area tengah yang justru mempersulit proses merebut kembali penguasaan. Menurutnya, keputusan seperti ini berujung pada kerugian bagi tim.
“Jika Anda bermain melalui tengah dan kehilangan bola, Anda akan kesulitan mendapatkannya kembali. Jika Anda kehilangannya di sisi sayap, Anda bisa menghentikan serangan balik dan merebutnya kembali dengan cepat. Sebaliknya, kami membuat keputusan yang pada akhirnya harus dibayar mahal, karena terlalu sering kami tidak membuat pilihan yang tepat, tidak ada kedewasaan yang cukup.”
Spalletti menilai gol penyama Sassuolo terjadi dari situasi yang sebenarnya berulang kali diciptakan Juventus. Namun timnya gagal bereaksi dengan tepat dalam momen krusial.
“Kami kebobolan gol penyama, menciptakan cukup banyak situasi yang mirip dengan gol yang dicetak Sassuolo, kami memiliki setidaknya 10 peluang seperti itu, tetapi kami tidak cukup reaktif, tidak membuat pilihan yang paling cerdas.”