"Tidak, kemungkinan besar tidak. Kemungkinan besar tidak karena dia baru saja tiba dan tidak memungkinkan untuk bermain setelah tiga hari," kata Tolic seusai pertandingan.
Pelatih asal Kroasia tersebut menjelaskan, perjalanan jauh dari Argentina menuju Indonesia membuat Peralta membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik. Selain itu, perbedaan zona waktu menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum pemain tersebut diturunkan.
Tolic mengungkapkan selisih waktu yang mencapai sekitar 12 hingga 14 jam membuat tim pelatih memilih tidak mengambil risiko memainkan Peralta terlalu cepat.
"Perbedaan waktunya sekitar 12-14 jam, jadi bisa dipastikan dia tidak akan bermain di pertandingan berikutnya," tegasnya.
Persib lebih memilih memberikan kesempatan kepada Peralta untuk menjalani proses adaptasi secara bertahap. Tim pelatih ingin memastikan kondisi kebugarannya benar-benar optimal sebelum menjalani pertandingan resmi.
Menurut Tolic, Peralta akan mulai bergabung dalam sesi latihan setelah kondisinya siap. Persib mengambil langkah tersebut agar seluruh pemain mampu menghadapi padatnya jadwal kompetisi sepanjang musim 2026/2027.
"Dia akan bergabung dalam latihan ketika sudah siap. Jadi kami mempersiapkan mereka untuk musim yang sangat panjang," pungkasnya.