“Saya lihat pertandingan tadi, lawan hanya punya tiga peluang ke gawang kami dan bisa mencetak satu gol. Sementara kami punya 25 kesempatan untuk mencetak gol, dan juga memiliki satu penalti yang gagal. Saya selalu mengatakan kalau kalah itu tanggung jawab bersama, dan kalau menang juga kemenangan bersama,” ujarnya, dikutip dari situs resmi klub.
Persija sempat membalas melalui penalti Allano Lima pada menit ke-20. Skor kembali imbang dan membuka peluang untuk membalikkan keadaan.
Namun, momentum itu hilang setelah penalti kedua gagal dieksekusi oleh Emaxwell Souza. Peluang emas tersebut tidak mampu dimanfaatkan.
Souza menegaskan dominasi tanpa gol tidak memiliki arti. Dia menyoroti penyelesaian akhir sebagai masalah utama.
“Kami tetap harus mampu mencetak gol. Percuma jika sudah banyak menekan pertahanan lawan, tetapi tidak berbuah gol. Sebagai pelatih, saya bisa mengontrol apa yang harus dilakukan di lapangan,” tegasnya.