Sejak 2022, penemuan jenazah ini menambah daftar panjang kasus hilangnya warga. Jalisco tercatat sebagai provinsi dengan angka hilangnya orang terbanyak di Meksiko, menempati peringkat teratas dalam jumlah kejahatan secara keseluruhan. Komisi Pencarian Nasional Meksiko melaporkan 7.376 orang hilang di Jalisco antara 2009–2018, dan 9.593 orang hilang antara 2018–2021.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius soal kesiapan provinsi untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia hanya enam bulan lagi. Sebelumnya, ribuan warga Meksiko turun ke jalan menuntut perhatian terhadap lebih dari 130.000 orang hilang di seluruh negeri, sebagian besar sejak perang melawan narkoba diluncurkan oleh mantan Presiden Felipe Calderon.
Pemerintah setempat telah merespons dengan meningkatkan keamanan, termasuk 3.000 kamera pengawas tambahan, kendaraan lapis baja, detektor logam, dan penempatan pasukan Garda Nasional. Namun, isu keamanan tetap menjadi sorotan internasional menjelang turnamen.
Dengan sejarah panjang hilangnya orang dan tingkat kejahatan tinggi, Jalisco menghadapi tekanan besar untuk membuktikan keamanan bagi atlet, suporter, dan wisatawan yang akan hadir di Piala Dunia 2026. Penemuan 456 kantong jenazah menambah ketegangan dan keraguan atas citra provinsi sebagai penyelenggara turnamen olahraga terbesar dunia.