MLSC Bekasi Seri 1 2026-2027 diikuti 1.261 atlet dari 80 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sebanyak 30 tim berkompetisi di KU 10, sedangkan 86 tim bersaing di KU 12. Pertandingan berlangsung di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela.
Di Kudus, kompetisi diikuti 1.672 atlet dari 100 SD dan MI. Persaingan melibatkan 80 tim KU 10 dan 80 tim KU 12 yang bertanding di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus. Jika digabungkan, kedua seri tersebut melibatkan 2.933 atlet dari 180 sekolah.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya partisipasi atlet dan sekolah di Bekasi serta Kudus menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri usia dini. Dia berharap kompetisi berkelanjutan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak perempuan untuk mengasah kemampuan.
“Antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri. Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui MilkLife Soccer Challenge,” ujar Edi.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, turut mengapresiasi kerja keras penyelenggara, pelatih, dan pemain. Dia menekankan pentingnya persiapan rutin dari setiap sekolah agar kualitas permainan terus meningkat. Menurutnya, masih ada tim yang hanya berlatih sekali dalam sepekan atau baru memulai latihan menjelang turnamen.