“Antusiasme siswi di Samarinda luar biasa, apalagi ini menjadi kali pertama MLSC digelar di sini. Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang sepak bola putri di Kalimantan Timur,” ujar Teddy.
Teddy menilai langkah menghadirkan Samarinda dalam Seri 2 menjadi strategi penting untuk memperluas pembinaan di luar Pulau Jawa. Dia optimistis kualitas pemain akan terus meningkat melalui kompetisi berkelanjutan.
Para pemain terbaik dari Samarinda akan dipersiapkan tampil di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 yang digelar 24 hingga 28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan menghadapi perwakilan dari 11 kota lain setelah menjalani program latihan tambahan.
Head Coach MLSC, Jacksen Ferreira Tiago, menegaskan pembinaan dilakukan secara serius. Dia telah mengantongi 25 nama untuk mengikuti program MilkLife Soccer Extra Training sebelum diseleksi menjadi 16 pemain.
“Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi. Kalau di daerah lain extra training mungkin cukup sekali seminggu, tapi di Samarinda mau tidak mau harus minimal tiga kali karena kita benar-benar mulai dari nol. Pasti untuk saat ini kita masih tertinggal dibanding kota lain, tetapi kita harus kejar semaksimal mungkin dan kerja lebih keras,” kata Jacksen.