“Ini perasaan campur aduk karena saya berada di sana selama sembilan tahun. Saya mencintai kota itu, saya mencintai para penggemar, dan kami selalu memiliki hubungan yang spesial, jadi ini akan sangat sulit!” kata Salah dikutip dari Sport Bible.
Namun, peluang tersebut masih bergantung pada perjalanan Trabzonspor di kompetisi Eropa. Klub Turki itu harus menjaga momentum positif di liga sekaligus melewati persaingan untuk mendapatkan kesempatan tampil di level Liga Champions.
Kehadiran Salah menjadi salah satu modal penting bagi Trabzonspor setelah pemain tersebut langsung menunjukkan ketajamannya sejak awal musim. Empat gol dalam tiga pertandingan menjadi bukti awal betapa besar pengaruhnya di klub baru.
Trabzonspor sendiri belum memiliki banyak pengalaman terbaru di fase utama Liga Champions. Penampilan terakhir mereka di kompetisi tersebut tercatat pada musim 2011/12.
Kini, Salah menghadapi tantangan baru di Turki setelah meninggalkan Liverpool. Selain mengejar prestasi bersama Trabzonspor, dia juga berpeluang menulis cerita baru jika suatu saat harus berhadapan dengan klub yang selama sembilan tahun menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.