Butt mengungkapkan Carrick sebenarnya tidak berniat kembali menjadi pelatih setelah dipecat Middlesbrough pada Juni 2025. Menurut Butt, dalam percakapan sebelum menerima pekerjaan di Manchester United, Carrick sempat menyatakan hanya tertarik menangani klub yang benar-benar besar.
“Saya bersama Michael [Carrick] sebelum dia mendapatkan pekerjaan di Man United, dan saya berbicara dengannya tentang kepelatihan. Dia berkata: 'Bukan untuk saya, ini terlalu berat, pikiran saya kacau. Saya hanya akan melakukannya untuk pekerjaan besar, dan itu adalah Man United',” kata Butt dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Butt kemudian menilai Manchester United yang kini ditangani Carrick sudah berbeda dibandingkan klub yang dikenal mantan gelandang tersebut saat masih bermain. Dia juga menyinggung sejumlah legenda klub, termasuk Ole Gunnar Solskjaer, yang menurutnya tidak akan menolak kesempatan menangani Setan Merah.
Sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan Old Trafford pada 2013, Manchester United berulang kali menghadapi persoalan stabilitas. Pergantian pelatih dan masalah dalam pengelolaan klub terus menjadi sorotan, sementara awal musim kali ini kembali memperlihatkan kesulitan mereka di lapangan.
Performa Manchester United pada dua bulan pertama musim 2026-2027 tidak sesuai harapan. Salah satu faktor yang disorot adalah aktivitas klub di bursa transfer musim panas, yang dinilai belum memenuhi seluruh kebutuhan Carrick.