Langkah ini berkaitan langsung dengan laga Eredivisie pada 15 Maret 2026 saat NAC Breda menghadapi Go Ahead Eagles. Dalam pertandingan tersebut, NAC Breda kalah telak 0-6.
NAC Breda menolak hasil pertandingan tersebut. Klub menilai Dean James tidak sah tampil karena masih berstatus pemain Belanda meski telah berganti paspor menjadi Indonesia.
Situasi ini membuat NAC Breda menganggap keikutsertaan Dean James melanggar aturan. Hal tersebut menjadi dasar utama mereka membawa kasus ini ke ranah hukum.
Di sisi lain, pihak Go Ahead Eagles merespons keras langkah NAC Breda. Managing Director klub, Jan Willem van Dop, menilai tindakan tersebut berlebihan.
"Saya tidak paham ke mana arah tindakan NAC. NAC punya pemikiran yang berbeda tentang itu dan berpikir bahwa semua orang harus paham hukum," kata Van Dop.