"Karena itu kami merasa perlu ada kegairahan kembali," ujarnya.
Sumardji menjelaskan ada tiga pertimbangan usulan tersebut dimunculkan oleh Arema. Pertama, nasib Liga 1 2020 yang masih belum jelas sampai saat ini.
Dia mendesak operator dan federasi segera mengambil langkah konkrit agar klub-klub tidak makin terdampak ketidakpastian perputaran ekonomi.
Kedua, Arema menyinggung belum adanya keputusan mengenai hak komersil (subsidi) klub-klub dari PSSI tahap kedua. Ketiga, Arema ingin mengetahui opsi alternatif apa yang sudah disiapkan operator terkait situasi terkini.
"Dari tiga latar belakang itu, Arema akan merekomendasikan dalam RUPS jalan tengahnya adalah segera bertata dengan kompetisi baru, menata kompetisi baru, menata harapan baru, karena sepak bola ini menghidupi banyak orang tidak hanya klub," ucapnya.
Lebih lanjut, Sumardji meyakini penyelenggaraan kompetisi baru bakal mendorong kesadaran masyarakat untuk memerangi virus corona, sebab mereka punya agenda ingin melihat kompetisi sepak bola bergulir kembali.
"Karena itu, kami proyeksikan bahwa September 2020 dimulai kompetisi baru. Ini juga penting untuk menggairahkan semangat kita agar besama-sama menghentikan corona," ujarnya.