Putra Papua itu juga membuat juru taktik Timnas Indonesia U-23 Rahmad Darmawan, jatuh hati. Okto dipanggil kembali untuk tampil di SEA Games 2011. Tapi Indonesia gagal meraih medali emas setelah dijegal Malaysia pada partai final lewat babak adu penalti.
Setelahnya karier Okto mengalami penurunan. Dia beberapa kali membuat ulah dengan tindakan-tindakan tidak disiplin di level klub.
Saat membela Borneo FC di musim 2015, Okto sempat bermain sinetron. Karena kesibukannya tersebut, Borneo FC pun memutuskan kontraknya dengannya.
Ulah yang diperbuat Okto tidak sampai di situ. Dia kembali bikin masalah saat membela Persewar Waropen yang tampil di Liga 2 musim 2019.
Okto mendapat hukuman larangan bermain enam bulan dari komite disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi tersebut dijatuhkan karena dia menusuk perut wasit dengan gagang bendera saat laga melawan Mitra Kukar.
Bisa dibilang, aksi itu menjadi salah satu momen puncak yang menyebabkan hancurnya karier Okto di dunia sepak bola. Namun pria 30 tahun itu masih belum mau pensiun dan kini memperkuat Persiba Balikpapan.