Lampard saat itu berjanji kepada Giroud bahwa akan memberikannya porsi tampil lebih banyak sebagai starter. Akan tetapi, sudah banyak klub Italia yang telah berminat untuk mendatangkannya.
“Saat itu, klub-klub Italia sangat tertarik,” lanjut Giroud.
Bahkan, Giroud menyebut pada waktu itu Inter Milan menjadi yang terdepan mengamankan jasanya. Namun, Nerazzurri disebut tidak memiliki uang untuk membelinya.
“Pada satu titik, Inter mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak lagi punya uang untuk mengontrak saya,” ungkap Giroud.
“Saya telah melakukan segalanya untuk pergi, saya juga bertemu dengan direktur olahraga Lazio, Igli Tare, seorang pria terhormat, dia datang ke bandara Heathrow hanya untuk menemui saya,” katanya.
Giroud sendiri tampil menawan pada musim perdananya sebagai striker pelapis di AC Milan. Dia sukses mengemas 14 gol dari 38 penampilan di seluruh ajang. Giroud pun menepis kutukan nomor 9 yang dicap bakal mematikan produktivitas striker di AC Milan.
Gol-gol eks pemain Arsenal tersebut juga tercipta pada momen penting. Adapun dua gol Giroud melawan Inter Milan dalam derby Milan membantu Rossoneri meraih kemenangan penting 2-1.