Peralta datang dengan reputasi mentereng setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Super League 2025-2026. Dia juga membukukan 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC sepanjang musim tersebut.
Catatan itu tidak membuat pemain berusia 28 tahun tersebut cepat berpuas diri. Peralta melihat Persib sebagai tantangan baru untuk terus berkembang dan mempertahankan konsistensi di level tertinggi.
Tekanan yang menantinya juga tidak ringan. Persib baru saja mencatat sejarah sebagai klub Indonesia pertama yang menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional tiga musim secara beruntun, yakni Liga 1 2023-2024, Liga 1 2024-2025, dan Super League 2025-2026.
Namun, Peralta tidak menganggap standar tinggi tersebut sebagai beban. Dia justru ingin bekerja lebih keras untuk membantu Persib menjaga dominasi dan kembali meraih hasil terbaik.
"Itu bukan beban bagi saya. Justru saya semakin termotivasi karena PERSIB memiliki standar yang sangat tinggi. Saya ingin mempertahankan bahkan meningkatkan apa yang sudah saya capai pada musim lalu, dan yang terpenting membantu tim meraih hasil terbaik," tegas pemain yang akan kembali mengenakan nomor punggung 10 tersebut.