JAKARTA, iNews.id - Timnas Indonesia sering menggunakan servis pelatih asing. Langkah tersebut memungkinkan PSSI mendapat banyak masukan dalam pengembangan sepak bola jangka panjang.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, PSSI banyak memperkerjakan pelatih asing sebagai arsitek tim nasional senior. Sebut saja Alfred Riedl yang mengantarkan Indonesia ke final AFF 2010, kemudian Luis Milla yang membawa timnas Indonesia U-23 ke perempatfinal Asian Games 2018. Terbaru, PSSI menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih baru skuad Garuda terhitung sejak Desember 2019.
Pelatih-pelatih asing tersebut datang dengan membawa gaya permainan khasnya, seperti coach Shin Tae-yong yang terkenal dengan skema serangan balik cepat saat membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018.
Menurut Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, pelatih asing tersebut memang diberi kebebasan dalam menentukan gaya permainan. Hanya saja, mereka diharapkan bisa ikut berkontribusi mengembangkan dasar sepak bola Indonesia yang sudah terangkum dalam filanesia.
"Ya, sebenarnya Indonesia sudah harus bersyukur dengan banyaknya model-model pelatih yang datang, dan itu tidak akan mempertentangkan satu dengan lain. Kurikulum akan jadi bahan masukan, era Luis (Milla) ada yang bisa kita ambil, era Shin (Tae-yong) juga demikian," kata Indra Sjafri dalam wawancara eksklusif dengan iNews.id, Kamis (14/5/2020).