Feichtenbeiner sendiri memiliki pengalaman melatih di Indonesia. Dia pernah menangani BIntang Medan pada medio 2010 hingga 2011 lalu. Hal tersebut membuatnya memahami iklim kompetisi Indonesia.
Hanya saja, Feichtenbeiner mengaku tak berharap banyak. Karena dia sebagian besar pemain yang dimilikinya merupakan penggawa U-19 dan minim ada pemain senior.
“Dari pengalaman melatih di Indonesia, kompetisi domestik di negara itu sangat ketat. Mereka memiliki liga yang kompetitif sehingga menghasilkan pemain bagus. sementara situasi di Myanmar berbeda,” ujarnya.
“Kami hanya memiliki tiga pemain berpengalaman. Sementara sisanya adalah pemain U-19. Tim ini terlalu muda. Kami akan mempersiapkan diri menghadapi laga melawan Indonesia demi meraih hasil bagus,” tutur Feichtenbeiner.