Perbandingan Spanyol 2010 dan 2026: Dari Tiki-Taka ke Sepak Bola Vertikal yang Lebih Ganas

Reynaldi Hermawan
Spanyol 2026 tampil dengan identitas baru saat melaju ke final Piala Dunia, meninggalkan gaya tiki-taka khas juara dunia 2010 (Foto: FIFA)

Pendekatan tersebut menjadi gambaran evolusi sepak bola Spanyol. La Roja tetap mempertahankan identitas teknisnya, tetapi mengadopsi permainan yang lebih sesuai dengan tuntutan sepak bola modern.

Lamine Yamal Jadi Simbol Generasi Baru

Skuad juara dunia 2010 dibangun di atas kumpulan pemain legendaris. Keberhasilan mereka tidak bergantung pada satu bintang utama, melainkan kekuatan kolektif.

Xavi mengendalikan tempo permainan, Iniesta menghadirkan kreativitas, Busquets menjaga keseimbangan lini tengah, sedangkan David Villa menjadi penyelesai akhir yang tajam.

Berbeda dengan generasi tersebut, Spanyol 2026 memiliki satu sosok yang paling banyak menyita perhatian, yaitu Lamine Yamal. Pada usia 19 tahun, pemain Barcelona itu telah berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia.

Kemampuan Yamal melewati lawan dalam duel satu lawan satu, menciptakan peluang, dan menghadirkan momen-momen menentukan memberikan dimensi baru bagi permainan Spanyol. Dia menghadirkan kualitas individu yang jarang dimiliki skuad juara dunia 2010.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
2 jam lalu

Viral Prediksi Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina sejak 2021, Time Traveler Real? 

3 jam lalu

Jangan Lewatkan! Link Live Streaming Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026

3 jam lalu

Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Timnas Spanyol Samai Rekor Fenomenal Italia

4 jam lalu

Final Piala Dunia 2026 Ternoda! FIFA Ubah Aturan Sepak Bola Demi Konser Artis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal