"Seperti yang kita lihat, pertandingan berjalan sangat intens dan kedua tim bermain dengan baik. Kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak situasi untuk mencetak gol, dan mendapatkan beberapa kesempatan dari bola mati. Namun, masih ada beberapa peluang yang seharusnya bisa kami selesaikan dengan lebih baik," ujar Tavares, dikutip dari situs resmi klub.
Persebaya sebenarnya mendapatkan keuntungan besar setelah PSIM harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-49. Kartu merah diberikan kepada winger PSIM, Adrian Purzycki, usai melakukan pelanggaran keras terhadap Toni Firmansyah.
Namun, keunggulan jumlah pemain tidak langsung membuat Persebaya mudah mencetak gol. PSIM tetap mampu bertahan dengan baik dan memberikan tekanan sehingga Bajol Ijo harus menunggu hingga menit akhir untuk memastikan kemenangan.
Tavares mengapresiasi kerja keras pemainnya yang tetap menjaga intensitas permainan hingga pertandingan selesai. Dia menilai kemenangan pada laga kandang pertama musim ini memberikan banyak pelajaran bagi tim.
"Ini adalah pertandingan kandang pertama kami di Super League. Saya melihat banyak hal positif, tetapi juga ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Kami harus melanjutkan proses ini langkah demi langkah, baik dalam aspek permainan maupun fisik," kata Tavares.