“Kita tahu ini, kita sudah membicarakannya, dan kita juga tahu bahwa mereka memiliki pemain-pemain yang bagus,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut, dikutip dari situs resmi I.Legue.
“Tapi terkadang ketika waktu terus berjalan di pertandingan dan kita tidak mencetak gol kedua, kita ingin, karena kita tahu tim lawan selalu mencoba mengeksploitasi ruang kosong di belakang,” lanjutnya.
“Jadi terkadang kita merasa takut untuk membiarkan bola berada di area belakang kita. Inilah mengapa ada perbedaan besar antara garis pertahanan dengan lini tengah atau lini penyerangan,” imbuh Tavares.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting karena jarak antarlini yang terlalu lebar bisa menyulitkan Persebaya saat melakukan transisi, baik dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya.
Tavares melakukan sejumlah perubahan pada babak kedua demi menjaga intensitas permainan. Risto Mitrevski masuk menggantikan Diogo Ramalho selepas turun minum.