Bhayangkara FC memang tampil dominan sepanjang laga. Tim tuan rumah mencatatkan penguasaan bola hingga 73 persen, sedangkan Persebaya hanya menguasai 27 persen.
Situasi tersebut membuat Persebaya lebih banyak mengandalkan permainan bertahan dan serangan balik. Meski berada dalam tekanan, Green Force tetap mampu menciptakan beberapa peluang untuk mengancam gawang Bhayangkara.
Persebaya sebenarnya memiliki peluang untuk kembali unggul pada menit-menit akhir pertandingan. Ramadhan Sananta hampir mencetak gol kedua untuk Green Force, tetapi kesempatan tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Menurut Bernardo Tavares, masalah utama Persebaya bukan hanya tekanan lawan, tetapi juga keputusan pemain dalam momen penting pertandingan.
"Kami sebenarnya menciptakan beberapa peluang dan sempat unggul lebih dulu. Sayangnya, pada momen-momen terakhir kami kurang bagus dalam mengambil keputusan sehingga tidak mampu mempertahankan keunggulan," kata Tavares.