Penyerangan tersebut juga membuat dua personel Persib, yakni Media Officer EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, mengalami situasi berbahaya.
Keduanya sempat terpisah dari rombongan saat berusaha kembali menuju bus setelah berada di area toilet rest area. Banyaknya orang di lokasi serta situasi yang tidak kondusif membuat mereka kesulitan bergabung dengan anggota tim lainnya.
Bus Persib U-18 kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan masih tertinggal di kawasan Rest Area KM 360 Batang.
Dalam kondisi tersebut, Pandu dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat penyerangan. Demi menghindari ancaman lebih lanjut, dia mencari perlindungan di sebuah tempat tambal ban.
Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi setelah mendapatkan tumpangan mobil dari orang tua salah satu pemain Persib U-18.