Persija menegaskan persaingan dengan klub lain tidak dapat digunakan untuk membenarkan tindakan kriminal. Menurut manajemen, penyerangan maupun penjarahan justru bertentangan dengan nilai sportivitas dan persaudaraan yang seharusnya dijunjung dalam sepak bola.
"Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia," tulis pernyataan manajemen Persija.
Tak hanya mengecam, Persija Jakarta juga mendukung pengusutan kasus penyerangan bus Persib U-18 melalui jalur hukum. Manajemen meminta penanganan dilakukan secara menyeluruh dan objektif agar pihak yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Persija menilai tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain. Klub juga mengingatkan dampak buruk insiden semacam ini terhadap citra sepak bola nasional.
"Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang merugikan orang lain dan mencoreng nama sepak bola Indonesia," tulis keterangan resmi manajemen Persija.