Bek Timnas Indonesia itu menjelaskan buruknya kualitas lapangan membuat para pemain kesulitan mengembangkan permainan. Persoalan tersebut bahkan turut memengaruhi performa Persik Kediri.
"Kami juga menghormati Persik Kediri. Mereka memiliki permainan yang sangat bagus, terutama ketika melakukan kombinasi umpan satu-dua sentuhan. Namun, mereka juga kesulitan memainkan permainan terbaiknya di lapangan seperti ini," ujarnya.
Ridho mengaku tidak nyaman karena persoalan serupa terus berulang. Dia merasa tuntutan untuk meraih kemenangan dan menampilkan permainan berkualitas semakin sulit dipenuhi dalam kondisi tersebut.
"Jujur, rasanya kurang nyaman karena situasi seperti ini terjadi setiap tahun. Kami dituntut untuk bermain bagus dan menang, tetapi dengan kondisi lapangan seperti ini, kami hanya bisa berharap mendapatkan keberuntungan dalam setiap pertandingan," katanya.
"Situasi ini membuat segalanya menjadi sulit. Target kami adalah menjadi juara, tetapi kami harus bermain di lapangan dengan kondisi seperti ini," sambungnya.