Menurut Ferry, tindakan lebih tegas perlu dipertimbangkan untuk mengatasi kerusuhan yang terus berulang. Dia tidak ingin persoalan keamanan mengganggu upaya menciptakan suasana pertandingan yang nyaman bagi seluruh penonton.
"Karena apa yang sudah kita jaga selama ini tentunya harus memiliki kepastian, kenyamanan, ya. Bahkan kalau kita lihat sekarang penonton-penonton itu sudah banyak yang ibu-ibu, anak-anak, ya. Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya hari demi hari di dalam pertandingan itu semakin nyaman," ujarnya.
Selain membuka peluang penerapan pengurangan poin, I.League juga mempertimbangkan hukuman lebih keras terhadap oknum suporter yang berulang kali membuat keributan.
Ferry menyoroti perilaku sebagian pendukung yang tidak kunjung jera meskipun berbagai insiden telah terjadi. Dia menilai tindakan kelompok tersebut dapat mengancam keamanan dan kenyamanan masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan.
"Nah, karena ada beberapa oknum terutama beberapa suporter yang selalu membandel dan berindikasi atau berimplikasi terjadi keributan, ya kami pasti akan mendorong untuk bisa diberikan sanksi yang berat," tutur Ferry.