Yunus menegaskan rivalitas Persija dan Persib seharusnya hanya terjadi selama pertandingan berlangsung. Menurut dia, persaingan kedua klub cukup ditunjukkan di lapangan selama 90 menit tanpa adanya gesekan di luar pertandingan.
"Kita berharap rivalitas itu berada di 45 x 2 dan tentu kita sangat tidak berharap pertandingan ini mencederai. Maka kami berterima kasih kepada suporter Persib Bandung untuk tidak datang dengan cara itu. Karena khawatir akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum perdamaian ini dengan cara-cara yang tentu kita tidak lakukan," jelas Yunus.
PSSI menilai keputusan tidak menghadirkan suporter Persib menjadi langkah pencegahan untuk menjaga keamanan pertandingan. Apalagi, kompetisi Super League 2026/2027 baru memasuki pekan kedua sehingga stabilitas penyelenggaraan menjadi perhatian utama.
"Kekhawatiran ini bagi PSSI dan keinginan untuk tidak datang ke Stadion GBK sangat penting karena kita baru masuk ke pertandingan kedua atau minggu kedua untuk penyelenggaraan kompetisi Super League 2026/2027. Kita tidak mau di liga kedua ini mencederai, kemudian yang akan mengakibatkan pertandingan-pertandingan di waktu-waktu yang akan datang juga akhirnya menjadi halangan dan rintangan untuk selanjutnya," tegas Yunus.
Dia berharap laga Persija vs Persib dapat menjadi awal terciptanya budaya baru dalam sepak bola Indonesia. Menurut dia, upaya menjaga keamanan tidak hanya berlaku untuk rivalitas kedua klub, tetapi juga pertandingan besar lain seperti Persebaya melawan Arema FC serta PSIM melawan PSS Sleman.