AFC memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa. Piala Asia 2023 semula dijadwalkan berlangsung di China, tetapi negara tersebut mengundurkan diri pada Mei 2022 karena kebijakan nol COVID-19. AFC kemudian menunjuk Qatar sebagai tuan rumah pengganti.
Qatar akhirnya menggelar Piala Asia pada Januari 2024 dengan memanfaatkan stadion yang telah dibangun untuk Piala Dunia 2022. Penyelenggaraan tersebut berjalan lancar meskipun waktu persiapannya lebih singkat dibandingkan rencana awal. Pengalaman ini menjadi salah satu contoh kemampuan AFC mengalihkan penyelenggaraan ketika negara tuan rumah menghadapi kendala besar.
Selain Jepang dan Korea Selatan, Australia juga berpotensi masuk dalam pembahasan karena pernah menjadi tuan rumah Piala Asia 2015. Qatar dan Uzbekistan, yang sebelumnya bersaing dengan Arab Saudi dalam proses pencalonan tuan rumah turnamen tersebut, juga dapat dipertimbangkan apabila AFC memutuskan melakukan pemindahan.
Sebaliknya, Iran kemungkinan menghadapi hambatan untuk masuk dalam daftar kandidat karena keterlibatannya langsung dalam ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Meski demikian, keputusan mengenai negara pengganti tetap berada di tangan AFC.
Ketidakpastian keamanan tidak hanya memengaruhi rencana Piala Asia 2027. Pada 15 Oktober, penyelenggara Liga Pro Saudi mengumumkan penundaan tiga pertandingan pekan kesembilan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pekan tersebut. Salah satu pertandingan yang terdampak melibatkan Al Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo.