"Di mana semula setelah adanya Piala Asia kemarin itu jadwalnya jadi mundur ke bulan Juni. Jadi lebih ideal, lebih bagus. Rasanya sih kalau melihat tadi, ya akan akan kita apa, akan kita pepetkan, kita majukan ke bulan Januari dan seterusnya," tambahnya.
Meski demikian, percepatan jadwal tidak bisa dilakukan secara sembarangan. I.League tetap harus memperhitungkan kebutuhan pemulihan fisik pemain agar klub tidak dipaksa menjalani pertandingan dengan waktu istirahat yang terlalu singkat.
Aspek kebugaran pemain menjadi perhatian penting karena sejumlah klub Indonesia juga memiliki agenda di kompetisi internasional. Mereka harus membagi konsentrasi antara pertandingan domestik dan turnamen antarklub Asia.
Ferry secara khusus menyoroti kebutuhan waktu pemulihan bagi klub-klub yang tampil di kompetisi AFC maupun Shopee Cup atau ASEAN Club Championship. Menurut dia, aspek tersebut harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kalender baru.
"Yang jauh lebih penting, yang jauh lebih penting tentunya recovery rest-nya tim, ya, semua tim ya, akan lebih baik, terutama yang akan berkompetisi di AFC ataupun di Shopee Cup (ASEAN Club Champhionship)," tandasnya.
Dengan perubahan jadwal Piala Asia 2027, I.League kini memiliki peluang untuk menyusun ulang kalender Super League dan Championship. Targetnya, seluruh kompetisi tetap berjalan efisien dan dapat diselesaikan pada Mei 2027 tanpa mengabaikan waktu istirahat klub serta pemain.