Dia juga tidak menutup kemungkinan Piala Asia 2027 diundur selama satu tahun, sehingga turnamen tersebut baru digelar pada 2028. Dalam skenario itu, Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah.
"Jika kami perlu mengambil keputusan, kami akan melakukannya, tetapi kami bisa menundanya selama satu tahun hingga 2028 jika memang diperlukan," ucapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan opsi penundaan selama setahun memang telah disebut oleh Presiden AFC. Namun, kemungkinan itu belum berarti perubahan jadwal sudah diputuskan karena konfederasi masih menilai perkembangan situasi keamanan.
"Namun, untuk saat ini, kami terus memantau situasi dan semuanya masih berjalan sesuai jadwal," tutur pria asal Bahrain tersebut.
Dengan demikian, nasib Piala Asia 2027 masih menunggu perkembangan berikutnya. Rapat Exco AFC yang dikabarkan berlangsung di Jepang menjadi perhatian, tetapi kepastian mengenai jadwal turnamen tetap bergantung pada keputusan resmi konfederasi.
Timnas Indonesia dan negara peserta lainnya kini menantikan kejelasan mengenai kelanjutan persiapan menuju Piala Asia 2027. Hingga ada pengumuman resmi, turnamen tersebut masih mengacu pada jadwal semula, sementara opsi penundaan hingga 2028 tetap menjadi kemungkinan yang disampaikan Presiden AFC.