Panpel juga membantah anggapan regulasi tersebut muncul secara mendadak. Menurut Risha, seluruh klub peserta sudah mengetahui ketentuan kompetisi sejak awal penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
Dia menjelaskan panitia selalu menyampaikan regulasi kepada peserta melalui tahapan koordinasi yang melibatkan pelatih dan manajer masing-masing tim. Penjelasan secara khusus kembali diberikan menjelang babak semifinal melalui Manager Competition Meeting (MCM).
"Pada saat Manager Competition Meeting menjelang babak semifinal, seluruh pelatih dan manajer tim peserta sudah kami infokan secara detail. Semua pihak yang terlibat telah duduk bersama dan menyepakati aturan main yang ada," papar Risha.
Selain masa rehat, regulasi mengenai pergantian pemain juga menjadi bagian dari kebijakan yang disiapkan Panpel untuk menghadapi padatnya pertandingan. Klub diberikan fleksibilitas dalam menyusun kembali komposisi skuad dari fase penyisihan menuju semifinal.
Kebijakan tersebut dinilai penting karena para pemain harus menghadapi jadwal pertandingan dengan waktu pemulihan yang terbatas. Dengan fleksibilitas pergantian pemain, pelatih memiliki ruang lebih besar untuk melakukan rotasi sesuai kebutuhan tim.