Profil Jordi Cruyff: Penasihat Teknik Timnas Indonesia, Putra Penemu Tiki Taka

Reynaldi Hermawan
Jordi Cruyff saat masih menjadi Direktur Teknik Barcelona (Foto: Instagram/jordicruyff)

Meski demikian Jordi sempat merasakan nikmatnya juara Premier League 1996-1997. Setelah itu Jordi sempat dipinjamkan ke Celta Vigo sebelum akhirnya pergi dari Old Trafford pada 2000 ke Alaves.

Setelahnya Jordi berpindah-pindah klub dari Espanyol, ke klub Ukraina Metalurh Donetsk hingga pensiun di Klub Malta Valletta pada 2010. Kariernya sebagai pemain masih kalah bersinar dari sang ayah.

Setelah pensiun, Jordi mulai mejajal kebolehan sebagai pelatih di Israel. Dia membesut Maccabi Tel Aviv pada 2017-2018 dan membawa klub tersebut juara Toto Cup.

Setelah itu Jordi menangani Klub China, Chong qing Dangdai Lifan (2018-2019) dan Timnas Ekuador (2020) sampai Shenzhen Footbal Club (2020-2021).

Sebelum ditunjuk jadi penasihat teknik Timnas Indonesia, Jordi menjabat sebagai Direktur Teknik di Barcelona. Dengan segudang pengalamannya di Eropa, bisakah dirinya membantu Garuda mendunia? 

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
2 hari lalu

Anthony Gordon Curi Perhatian di Luar Lapangan, Fans Barcelona Makin Cinta

4 hari lalu

Usai Tahan Timnas Indonesia, Singapura Tantang Brasil dan Paraguay

4 hari lalu

Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Sepak Bola Indonesia Kehilangan Sosok Pelatih Panutan

5 hari lalu

Bukan Pelapis! Media Spanyol Bicara Peluang Emil Audero Starter di Rayo Vallecano

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal