MADRID, iNews.id – Real Madrid resmi menunjuk Santiago Solari sebagai pelatih sementara guna menggantikan Julen Lopetegui yang dipecat, Selasa (30/10/2018) pagi WIB. Nama terakhir didepak akibat performa buruk Los Blancos belakangan ini.
Statistik mencatat, dari lima pertandingan terakhir di La Liga, Madrid tak pernah memetik kemenangan (4 kalah 1 imbang). Parahnya, klub jawara Liga Champions 13 kali itu kebobolan 11 kali dan hanya mencetak dua gol.
Terbaru, Madrid dibantai 1-5 dari musuh bebuyutan Barcelona pada jornada ke-10 La Liga di Camp Nou, Minggu (28/10/2018). Serangkaian hasil minor itu membuat Klub Ibu Kota Spanyol itu bercokol di peringkat kesembilan klasemen liga dengan nilai 14. Sebagai langkah cepat, Los Blancos akhirnya menunjuk Solari sebagai caretaker.
Nama Solari tentu tak asing bagi Madrid. Semasa menjadi pemain, pria Argentina itu pernah mencari nafkah di Santiago Bernabeu dari edisi 2000 hingga 2005. Total, mantan gelandang itu menorehkan 131 penampilan di semua ajang dan mencetak 10 gol.
Saat ini, Solari menukangi Real Madrid B atau tim Castilla (sejak 2016) yang bermain di Segunda Division B (kasta ketiga Liga Spanyol). Kini, tim besutannya berada di peringkat kelima dengan nilai 19 setelah 10 laga berjalan, tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen, Ponferradina.
Dari 85 laga yang dia lakoni sebagai pelatih, Castilla meraih 32 kemenangan, 29 imbang, dan 24 kekalahan. Solari diprediksi menukangi Madrid hingga akhir musim sebelum kemudian diputuskan akan diberi kontrak jangka panjang atau mereka akan mencari pelatih lain.
Sambil melihat performanya, Presiden Madrid Florentino Perez juga akan berusaha melobi mantan pelatih Juventus dan Chelsea yakni Antonio Conte. Namun, sebagian orang mungkin banyak yang belum mengetahui, kalau Solari merupakan penggemar megabintang Barcelona sekaligus kompatriotnya yakni Lionel Messi.
Sebelum menukangi tim Castilla, Solari merupakan seorang kolumnis surat kabar. Dalam beberapa artikelnya, pria kelahiran Rosario 42 tahun yang lalu itu tak segan memuji kualitas Messi.
“Bakat mencetak gol adalah sesuatu yang sudah terdapat dalam tubuh Messi. Setiap kali dia menerima bola, bumi bergoyang, semua orang diam dan pelatih lawan menenggelamkan kepala di antara bahu serta meletakkan tangan di saku. Seperti seseorang yang baru melihat petir dan tidak punya pilihan selain menunggu guntur,” tulis Solari dikutip Marca.