SAMARINDA, iNews.id – Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul van Gastel memberi respons mengejutkan usai timnya kalah dramatis 1-2 dari Borneo FC pada pekan ke-19 Super League 2025-2026. Alih-alih menyoroti hasil akhir, Van Gastel justru menilai performa PSIM menunjukkan perkembangan signifikan dibanding laga-laga sebelumnya.
PSIM harus pulang tanpa poin dari Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2/2026), setelah kebobolan gol penentu pada masa injury time. Kekalahan ini terjadi di saat tim tamu hampir mengamankan hasil imbang.
Borneo FC lebih dulu unggul lewat Kaio Nunes pada menit ke-29. PSIM tertinggal hingga memasuki fase akhir pertandingan.
Momentum PSIM muncul pada menit ke-82 setelah Ze Valente mengeksekusi penalti dan menyamakan skor menjadi 1-1. Penalti diberikan setelah Ghulam Fatkur dijatuhkan Dika Kuswardana di kotak terlarang.
Harapan membawa pulang satu poin sirna setelah Koldo Obieta mencetak gol kemenangan Borneo FC pada menit ke-90+2. Gol tersebut memastikan Pesut Etam mengamankan tiga poin.
Meski kalah di menit akhir, Van Gastel menilai jalannya pertandingan berlangsung terbuka dengan peluang tercipta di kedua sisi.
"Saya rasa jika Anda melihat pertandingannya, saya pikir itu adalah permainan yang terbuka. Ada peluang di kedua sisi dan saya pikir itu sangat menyenangkan untuk ditonton,” kata Van Gastel dilansir dari laman resmi iLeague, Selasa (3/2/2026).