Situasi berbeda dirasakan saat melawan Sabar/Reza. Raymond menilai pertandingan berjalan tanpa psywar sehingga permainan pun lebih terkendali.
“Kalau di sini tadi main (lawan Sabar/Reza) mungkin lebih kalem-kalem aja karena enggak ada psywar-psywar-an, enggak mancing-mancing, jadi reaktif mancing terus. Jadi ya gitu aja sih kayak biar membedakan,” sambungnya.
Joaquin kemudian menjelaskan lebih dalam soal citra tengil yang melekat. Dia menegaskan aksi tersebut bukan bertujuan memancing emosi lawan.
“Sebenarnya kalau untuk psywar, itu kan bisa dibilang tengil lah ya. Kalau tengil itu sebenarnya bukan untuk memancing emosi lawan, tetapi untuk kita itu confident. Kita udah pernah main tengil, dan yang enggak tengil, itu hasilnya kita udah tahu hasilnya seperti apa,” ujar Joaquin.