Situasi ini memaksa manajemen Real Madrid untuk membuat keputusan krusial. Mbappe dipastikan menjadi tulang punggung, sehingga Vinicius menjadi kandidat utama untuk dilepas. Klub-klub Eropa dan Arab Saudi dikabarkan siap menampungnya, memberi Real Madrid peluang meraup transfer besar.
Jika dilepas, susunan pemain Madrid bisa lebih seimbang. Mbappe bisa kembali ke posisi sayap kiri favoritnya, memberi kesempatan bagi striker top baru bergabung, atau Rodrygo mengisi posisi kiri sementara Mbappe tetap sebagai nomor sembilan.
Tekanan dari suporter semakin nyata. Vinicius sudah diteriaki dan mendapat ejekan di dua laga terakhir di Bernabeu. Situasi seperti ini sulit dipulihkan, memberi Florentino Perez dan jajaran direksi alasan kuat untuk mempertimbangkan penjualan.
Beberapa bulan ke depan akan menentukan langkah Vinicius selanjutnya. Apakah dia mampu membalikkan tren negatif dan mempertahankan tempat di Madrid, atau akhirnya melanjutkan karier di klub lain. Semua mata kini tertuju pada Santiago Bernabeu untuk melihat nasib bintang Brasil itu.