Selama ini, Real Madrid memandang Vinicius sebagai salah satu pilar utama tim. Namun, kedatangan sejumlah pemain bintang dalam beberapa musim terakhir membuat struktur finansial dan hierarki internal skuad ikut berubah.
Kondisi tersebut membuat kedua pihak membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan titik temu yang menguntungkan.
Di tengah pembahasan kontrak, Vinicius juga kerap dikaitkan dengan isu persaingan internal bersama Kylian Mbappe. Sejumlah laporan bahkan menyebut keduanya sulit bermain bersama dalam satu tim.
Perez langsung menepis anggapan tersebut. Menurutnya, Vinicius dan Mbappe merupakan dua pemain terbaik dunia yang bisa saling melengkapi di lapangan.
"Itu omong kosong," ujar Perez.
"Mereka adalah dua pemain terbaik di dunia. Vinicius telah membantu kami memenangkan dua gelar Liga Champions. Namun, kita juga tidak perlu berlebihan. Gagasan jika harus menjuarai Liga Champions setiap tahun adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tidak ada klub lain yang mampu memenangkan enam gelar dalam sepuluh tahun," tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan Real Madrid masih menempatkan Vinicius sebagai bagian penting dari proyek masa depan klub. Namun, sikap terbuka yang ditunjukkan manajemen juga menegaskan jika keputusan bertahan atau pergi sepenuhnya berada di tangan sang pemain selama negosiasi kontrak masih berlangsung.