"Nah, dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari, di mana khusus Persija, ya, ini dilarang untuk datang ke pertandingan away selama setengah musim," kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ferry menegaskan larangan tersebut berlaku untuk seluruh pertandingan tandang Persija di kompetisi Super League selama periode yang ditentukan. Dengan demikian, The Jakmania tidak dapat mendampingi tim secara langsung di stadion lawan dalam enam pertandingan tersebut.
"Ya. Memang jumlah pertandingannya adalah enam pertandingan, tetapi selama setengah musim ini dilarang Persija untuk hadir di semua partai away yang Persija akan hadiri, ya, khusus di Super League. Kemudian, selain daripada itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta," tambahnya.
Denda Rp30 juta merupakan salah satu sanksi yang dijatuhkan kepada Persija terkait insiden keributan tersebut. Namun, beban finansial klub tidak berhenti di angka itu karena Komdis PSSI juga menjatuhkan denda tambahan akibat pelanggaran lain yang melibatkan suporter.
Persija dikenai denda tambahan Rp60 juta atas penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu buah flare ke area pertandingan. Pelanggaran tersebut dinilai berkaitan dengan penggunaan benda berbahaya di tribune.