"Tadinya maunya Surabaya, dengan pertimbangan kotanya katanya aman, bersih. Saya usulkan tempatnya di Bali. Kami putuskan semifinal dan final di Bali," kata Maruarar.
Menurut Maruarar, pemilihan Bali juga bisa memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi dan pariwisata. Dia melihat pertandingan semifinal dan final dapat mendatangkan banyak orang ke Bali.
"Sepakat ya, bekerja dan liburan. Jangan liburan dulu baru bekerja. Bayangkan kalo semifinal dan final di Surabaya, puluhan ribu orang akan ke Surabaya. Hotel-hotel, restoran pasti akan ramai," sambungnya.
Keputusan tersebut juga mendapat restu dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Maruarar bahkan menghubungi Erick secara langsung untuk memastikan persetujuan terkait lokasi semifinal dan final Piala Presiden 2026.
Stadion Kapten I Wayan Dipta pun dipastikan menjadi panggung dua pertandingan semifinal pada 4 Agustus 2026. Duel pertama mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Arema FC, sedangkan pertandingan lainnya mempertemukan Persib Bandung dengan Persija Jakarta.