Shin belum menjelaskan langkah berikutnya setelah menerima keputusan KFA. Dia juga belum mengungkap secara rinci kebenaran yang ingin disampaikan.
Sanksi tersebut berkaitan dengan polemik selama Shin menangani Ulsan HD pada 2025. Saat itu, muncul tudingan mengenai tindakan fisik dan ucapan tidak pantas kepada pemain.
Salah satu peristiwa yang disorot melibatkan pemain Ulsan, Jung Seung-hyun. Rekaman kontak fisik antara Shin dan Jung kemudian beredar dan memicu perdebatan.
Shin sebelumnya membantah melakukan kekerasan. Dia menyampaikan permintaan maaf jika tindakannya membuat Jung tidak nyaman, tetapi menolak jika peristiwa tersebut dikategorikan sebagai kekerasan.
KFA mulai menyelidiki kasus itu pada Desember 2025. Komite Fair Play kemudian menetapkan hukuman setelah memeriksa materi serta keterangan terkait.
Federasi tidak membuka seluruh rincian sanksi dengan alasan menyangkut informasi pribadi. Namun, keputusan tersebut dilaporkan masuk kategori hukuman berat.
Pernyataan terbaru Shin menunjukkan polemik belum sepenuhnya berakhir. Dia ingin meluruskan persoalan, tetapi memilih berhati-hati agar tidak memperburuk situasi sepak bola Korea Selatan.