Perbedaan usia yang ekstrem juga menjadi faktor refleksi bagi Lewandowski. Dia menyadari jarak generasi tersebut menuntut penyesuaian sikap.
“Saya hidup di dunia yang berbeda, generasi yang berbeda. Saya lebih tua dari ayah para pemain. Saya bahkan lebih tua dari ayahnya Lamine,” ujarnya.
Kesadaran itu membuat Lewandowski mengambil keputusan penting untuk beradaptasi dua arah, bukan sekadar menggurui.
“Di situ saya berkata ke diri sendiri, ‘Ayo, saya juga harus belajar dari mereka’,” tutup Lewandowski.