Sama seperti warga Favela lainnya, Firmino kecil hidup sangat miskin. Ayahnya, Jose Cordeiro hanya seorang pedagang kaki lima yang menjual air kemasan di depan lapangan sepak bola. Sedangkan sang ibu memilih tinggal di rumah.
Saking miskinnya, Firmino dan kawan-kawannya memakai sepatu sepak bola secara bergantian. Hal ini diceritakan langsung oleh sahabatnya yang bernama Jose 'Toto' Cicero da Silva.
“Saya berumur sekitar 12 tahun ketika mulai bermain untuk Flamenguinho. Saya tetangga Roberto. Kami pergi latihan bersama. Kami miskin. Jadi masing-masing meminjam sepatu saat bermain,” ucap Toto.
“Tapi saya pikir Tuhan tahu apa yang dia lakukan. Roberto seperti sekarang karena kerja kerasnya. Saya mengikuti kariernya dan melihat penampilannya di Liverpool. Flamenguinho sangat penting dalam karirnya,” tuturnya.
Kerja keras Firmino terbayar lunas. Liverpool memberikan gaji sebesar 180.000 poundsterling atau sekitar Rp3,2 miliar per pekan. Kini keluarganya hidup jauh di atas garis kemiskinan.