"Kami merasa Camarda membutuhkan ruang dan waktu, tetapi kami juga bisa bermain dengan false nine. Saya sangat percaya kepada Camarda dan saya pikir kami harus memilikinya, bukan pilihan lain," ujar Amorim, dikutip dari Football Italia.
Amorim menyebut perkembangan Camarda juga menjadi bagian dari keberhasilan dirinya sebagai pelatih.
"Dengan membantu Francesco, saya juga membantu diri saya sendiri. Ramos berada di level yang sangat tinggi, tetapi Camarda harus merasa jika dia bukan pilihan ketiga, melainkan pilihan kedua, sehingga dia siap ketika dipanggil," katanya.
Menurut Amorim, Camarda harus merasa memiliki peran penting dalam skuad agar mampu berkembang dan bersaing mendapatkan tempat utama.
"Dia akan memiliki ruang, dan akan ada perbedaan dibandingkan Ramos, tetapi saya sangat percaya kepadanya. Kami berada dalam proyek baru. Dia harus berjuang mendapatkan tempat terlepas dari usianya, karena dia adalah pemain Milan dan kami sangat percaya kepadanya," tutur Amorim.
Kini AC Milan berada dalam situasi menarik. Di satu sisi, Rossoneri ingin mendapatkan striker berpengalaman seperti Demirovic untuk menambah kekuatan tim. Di sisi lain, klub tetap menjaga komitmen mengembangkan talenta muda seperti Camarda.
Keputusan pada bursa transfer Januari akan menjadi langkah penting bagi Ruben Amorim untuk menentukan arah lini serang Milan ke depan.