“Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi. Tapi kami harus akui Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu,” ujarnya dikutip dari rilis resmi PBSI.
Dia mengakui tekanan semakin terasa karena Prancis sudah lebih dulu unggul di tiga pertandingan awal. Situasi tersebut memengaruhi mental saat turun ke lapangan.
Tekanan datang setelah kekalahan di sektor tunggal. Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Alwi Farhan gagal menyumbang poin sehingga membuat posisi tim tertinggal.
Meski begitu, Sabar tidak menyalahkan rekan setimnya. Dia justru menilai kondisi tersebut menjadi pelajaran penting untuk menghadapi turnamen beregu selanjutnya.
“Mereka mempunyai kepercayaan diri, di tiga pertandingan awal mereka sudah menang dan itu membuat asa yang tinggi. Sebaliknya kami berdua tidak bisa kontrol tekanan itu. Ini menjadi pembelajaran berharga buat kami berdua untuk ke depannya dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa kembali dengan lebih kuat,” tuturnya.