Pemain berusia 27 tahun itu bukan sosok baru di level internasional. Dia sudah mengoleksi 26 penampilan bersama Timnas Indonesia senior dan mencetak dua gol untuk Merah Putih.
Kembalinya Saddil juga membawa misi personal. Dia ingin berkontribusi maksimal sekaligus menghadirkan kebanggaan bagi publik sepak bola nasional.
“Membantu tim meraih hasil maksimal untuk membanggakan masyarakat indonesia,” sebutnya.
Persaingan di lini depan Timnas Indonesia dipastikan berlangsung sengit. Saddil harus bersaing dengan Ole Romeny, Mauro Zijlstra, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra, dan Marselino Ferdinan demi mendapatkan menit bermain.
Meski demikian, Saddil menilai kompetisi internal sebagai hal positif. Menurut dia, persaingan sehat akan mendorong seluruh pemain meningkatkan kualitas dan menjaga level permainan tetap tinggi.
“Persaingan ketat adalah hal yang positif karena membuat setiap pemain termotivasi untuk terus berkembang. Siapa pun yang mendapat kesempatan bermain pasti adalah yang terbaik menurut kebutuhan tim. Terpenting adalah tetap bekerja keras,” ujar Saddil.
Dengan pengalaman internasional dan karakter bermain agresif dari sisi sayap, kehadiran Saddil memberi opsi tambahan bagi John Herdman dalam meramu komposisi terbaik Timnas Indonesia menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026.