Sadio Mane Kembali Menghantui Mo Salah, Senegal Usir Mesir dan Tantang Maroko di Final Piala Afrika 2025

Reynaldi Hermawan
Sadio Mane kembali menjadi mimpi buruk Mohamed Salah setelah golnya mengantar Senegal menang 1-0 atas Mesir di semifinal Piala Afrika 2025 (Foto: Guardian)

Laga Kasar, Minim Kreativitas, Sarat Ketegangan

Semifinal ini jauh dari kata indah. Sepanjang pertandingan, laga diwarnai pelanggaran, tarik-menarik, buang waktu, pura-pura cedera, hingga protes berlebihan kepada wasit. Alur permainan terputus-putus dan minim kreativitas, membuat kualitas laga jatuh meski tensi tetap tinggi.

Senegal mendominasi penguasaan bola dengan hampir dua pertiga permainan. Namun dominasi itu tidak mudah diterjemahkan menjadi peluang bersih karena Mesir memilih bertahan total dengan tiga bek tengah, dua gelandang bertahan, dan hampir tanpa ambisi menyerang.

Kesabaran Senegal akhirnya terbayar.

“Kami sabar dan kami tahu kesalahan sekecil apa pun akan dihukum,” kata Mane dikutip dari The Guardian.

“Jadi sejak awal kami mencoba kompak, menekan segera setelah kehilangan bola, memberi tekanan besar, dan tidak kehilangan bola dengan mudah," ujarnya.

Mané mengaku tidak terkejut dengan pendekatan Mesir.

“Setiap tim punya cara bermain sendiri. Itu gaya mereka dan membuat lawan kesulitan. Itulah Mesir,” ujar dia.

Mesir sendiri tersingkir tanpa benar-benar memberi ancaman serius. Dengan Salah dan Omar Marmoush di lini depan, tim asuhan Hossam Hassan nyaris tidak pernah keluar dari tekanan. Banyak pihak bertanya-tanya seperti apa hasilnya jika Mesir berani bermain lebih terbuka.

Kekalahan ini berpotensi berbuntut panjang. Hossam Hassan sudah mendapat kritik tajam dari sejumlah figur senior sepak bola Mesir. Dalam konferensi pers yang panas, dia menyebut situasi tidak adil karena Senegal memiliki waktu pemulihan lebih panjang dan tidak perlu berpindah kota seperti Mesir.

Kemenangan Senegal datang dengan harga mahal. Kalidou Koulibaly dan Habib Diarra dipastikan absen di final akibat akumulasi kartu kuning. Koulibaly bahkan ditarik keluar karena cedera di babak pertama, sementara Diarra diganti saat turun minum.

Meski kehilangan dua pemain penting, Senegal tetap melangkah ke final dengan keyakinan tinggi. Sekali lagi, Mané berdiri sebagai simbol perbedaan, sosok penentu, dan tembok terakhir yang terus menggagalkan ambisi besar Mohamed Salah bersama Mesir.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
All Sport
4 jam lalu

Jadwal India Open 2026 Hari Ini: Jonatan Christie Dkk Hadapi Lawan Kelas Atas

Soccer
20 jam lalu

Jadwal Semifinal Piala Afrika 2025: Senegal vs Mesir, Nigeria Lawan Maroko

Soccer
1 hari lalu

Mohamed Salah Dikejar Takdir, Duel Hidup Mati Mesir Vs Senegal di Semifinal Piala Afrika 2025

Soccer
4 hari lalu

Mohamed Salah Bawa Mesir ke Semifinal Piala Afrika 2025 Singkirkan Juara Bertahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal