Serrano tidak hanya mengandalkan analisis internal. Dia juga memanfaatkan bantuan dari sosok yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Indonesia, yaitu Vitor Tinoco.
Tinoco saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Persik Kediri dan sudah lama berkarier di Indonesia. Kedekatan dan pengalamannya menjadi sumber informasi penting bagi tim pelatih Saint Kitts and Nevis.
“Kami selalu berusaha untuk mencari informasi dari orang-orang yang memang mengenal indonesia, sebagai contohnya di sini ada Vitor (Tinoco). Kami bekerja bersama 3-4 tahun di Timnas Brasil, sekarang dia di Persik, jadi dia mengerti (sepak bola Indonesia),” ucap Serrano.
“Dia sudah 9 tahun di Indonesia dan sekarang masih di Persik. Jadi orang-orang seperti Vitor membantu saya sebagai asisten pelatih dengan pemahamannya (soal indonesia),” tambahnya.
FIFA Series 2026 di Jakarta menggunakan sistem gugur yang langsung dimulai dari babak semifinal. Pemenang laga Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis akan menghadapi pemenang pertandingan Bulgaria kontra Kepulauan Solomon di final.
Partai final dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026. Sementara tim yang kalah di semifinal akan bertanding dalam perebutan tempat ketiga pada hari yang sama.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. Saint Kitts and Nevis membawa strategi matang, sementara Timnas Indonesia tampil di hadapan publik sendiri dengan kepercayaan diri tinggi.