Panggilan ke skuad senior Inggris dianggap sebagai puncak dari kerja keras dan ketekunan sang pemain.
Kehadiran Spence juga disambut oleh para pelaku sepak bola yang sudah lama menyoroti minimnya figur Muslim dalam Timnas Inggris.
"Kami belum memiliki pemain Muslim yang berprestasi," kata Yunus Lunat, pelatih akar rumput dan mantan ketua dewan penasihat kesetaraan ras FA, kepada BBC.
“Muslim belum memiliki cukup kesempatan atau panutan yang cukup bagi para pemain muda yang bercita-cita tinggi untuk ditiru. Sungguh tidak menyenangkan bahwa baru pada tahun 2025 seorang Muslim bisa bermain untuk Inggris,” sambungnya.